Panjang Serat
Panjang serat mempengaruhi banyak Sifat
dari benang stapel, termasuk diantaranya kekuatan, kehalusan dan
hairiness (bulu). Benang filamen dapat dibuat menjadi benang dengan
sedikit atau tanpa twist karena panjangnya yang kontinyu, dapat
menghasilkan benang halus, memiliki penampilan cerah, terutama ketika
tidak ada crimp. Serat stapel perlu diberi antihan/gintiran (twist)
untuk membentuk sebuah panjang benang dengan serat terakhir yang
menonjol dari permukaan benang. Suatu karakteristik yang muncul dari
beberapa serat adalah terjadinya 'crimp', yang berarti pada terdapatnya
gelombang-gelombang serat di sepanjang benang.
Satu-satunya serat alami yang memiliki crimp yang signifikan adalah serat hewan (wol dan rambut). Crimp sering dimanfaatkan pada serat filamen sintetis untuk membuat serat lebih bulky (mengembang) dan nyaman, dan juga digunakan pada serat stapel buatan untuk dicampur dengan wol atau katun pada proses pengolahan. Crimp dapat diukur dengan menghitung jumlah crimp atau gelombang per satuan panjang atau dengan menghitung persentase meningkatnya panjang serat ketika penghilangan crimp. Serat yang bergelombang (crimp) cenderung lebih bulky dan merata sehingga lebih efektif ketika dipintal menjadi benang serat stapel. Kekompakan Serat adalah faktor penting dalam berhasilnya pemintalan serat stapel, sehingga dapat menghasilkan benang yang lebih kuat. Serat yang bergelombang (crimp), seperti wol, memiliki tingkat bulky yang lebih besar dan sifat isolasi yang lebih baik, karena lebih banyak udara yang terperangkap.
Bentuk Serat
Serat alami terdapat dalam berbagai
bentuk, sementara serat sintetis dapat diproduksi di hampir semua bentuk
yang diperlukan. Bentuk dasar Serat dapat dianalisis dalam dua cara:
- Dengan melihat penampang melintang serat (yaitu cross-sectional)
- Dengan melihat penampang membujur serat (yaitu longitudinal)
- Bulat
- Bentuk tulang anjing (dog bone)
- Trilobal
- Multilobal
- Bergerigi (serrated)
- Berongga (hollow)
Diameter Serat
Diameter serat adalah jarak di antara
penampang melintang serat. Karena tidak teratur, diameter dari serat
alami biasanya bervariasi dari panjangnya, sehingga nilai rata-rata
digunakan. diameter Serat biasanya diukur dalam sepersejuta meter, yang
dikenal sebagai 'mikron' atau 'mikrometer' (menggunakan simbol µM).
Serat tekstil umumnya memiliki diameter antara 10 sampai 20 µm, meskipun
beberapa dapat mencapai 50 µm. Serat Alam berkisar antara diameter dari
sutera (10-13 µm) sampai wol (sampai 40 µm). Serat sintetis dapat
diproduksi dalam diameter dari sekecil 6 µm (dikenal sebagai microfiber)
hingga serat karpet berat (lebih dari 4µ pm). Nanofibres, dengan
diameter di bawah 100 nm (nanometer), juga diproduksi.